Apakah Gay Itu Penyakit

Banyak pertanyaan mengenai apakah gay itu penyakit yang dapat menular kepada orang sekitar sehingga menciptakan gay yang baru. Kebiasaan masyarakat yang sering menerima informasi tanpa disaring, menciptakan ketakutan tersendiri kepada orang tua yang memiliki anak laki-laki mereka karena takut menjadi seorang gay. Yuk disimak ulasan berikut ini, apakah gay itu penyakit?

Gay bukan gangguan jiwa

Gay bukanlah bentuk dari gangguan jiwa, walaupun masih banyak khalayak umum yang menganggap demikian. Tetapi dalam ranah medis, gay tidak termasuk dalam kategori gangguan kejiwaan. Dalam Pedoman Panduan Penggolongan Gangguan Jiwa (PPDGJ) edisi kelima, homoseksualitas sudah dihapus oleh Asosiasi Psikiatri Amerika Serikat dari kategori gangguan jiwa pada tahun 1973. Walaupun stigma negatif tersebut masih ada di Amerika Serikat, namun sebagian besar masyarakatnya sudah mengenali homoseksualitas sebagai orientasi seksual yang normal, bahkan di beberapa negara bagian Amerika LGBT dapat menikah dan diakui sah oleh negaranya.

Maraknya dugaan apakah gay itu penyakit di mata masyarakat menimbulkan kekhawatiran berlebih. Ada yang menyebutkan penyebab timbulnya seseorang dapat muncul dari beberapa faktor, diantaranya adalah faktor lingkungan dan faktor genetik.

Faktor Lingkungan

Dalam lingkungan biasanya mungkin disebabkan dengan adanya dominasi dari salah satu peran penting yang ada di dalam rumah tangga. Contohnya peran ibu yang lebih dominan dari pada peran seorang ayah yang seharusnya tegas, bertanggung jawab namun diambil alih oleh ibu. Selain dari lingkungan keluarga, lingkungan belajar dan lingkungan bermain bisa mengakibatkan seseorang menjadi seorang gay.

Mengapa? Ada pendapat bahwa jika seorang laki-laki tumbuh di lingkungan yang dominan dengan wanita mengakibatkan psikis dari laki-laki tersebut mengikuti menjadi seperti wanita. Jika di lingkungan pendidikan, hal ini bisa terjadi karena oknum dari pelaksana pendidikan.

Banyak cerita mengenai siswa yang mendapatkan perlakukan yang tidak senonoh ataupun pelecehan seksual di lingkungan sekolah yang dapat mengakibatkan trauma psikis yang berkepanjangan. Terutama jika oknum yang melakukan pelecehan adalah seorang guru laki-laki dan yang dilecehkan adalah siswa laki-laki. 

Faktor Genetik

Sedangkan faktor genetik, merupakan faktor yang sudah ada dari kita lahir, biasanya pria heteroseksual memiliki banyak hormon testosteron lebih tinggi, sedangkan pada kebanyakan pria gay, hormon yang dominan adalah hormon estrogen.

Jadi apakah gay itu penyakit, jawabannya adalah tidak, karena dari hasil penelitian pun mengatakan bahwa gay bukanlah sebuah penyakit, karena gay bukanlah gangguan atau penyakit kejiwaan. Selain itu gay juga tidak menular.

Jadi kamu tidak perlu khawatir karena jika kamu mendidik anak kamu dengan baik dan penuh kasih sayang serta didukung dengan lingkungan yang ramah, gay atau pun heteroseksual mereka tetaplah anakmu. Mereka selayaknya harus dicintai dan diterima, bukan dikucilkan ataupun disakiti hanya karena jati dirinya.

▬ ⚣ ▬

 Dapatkan aplikasi Blued di hape kamu sekarang!

Reaksi kamu untuk artikel ini:

Loading spinner